Sabtu, 09 Juni 2012

salah paham yang fatal

alkisah seorang janda miskin penjual kue.suatu ketika keranjangnya rusak.ia berkata pada putrinnya untuk tinggal di rumah sembari ia mencari keranjang yang baru.ktika pulang putrinnya tidak ada dirumah.sontak, ibu itu marah,karna mengira anaknya main.dan sebagai hukumannya, ia mengunci pintu rumahnnya,lalu kembali berjualan kue.
sepulangnya berjualan, ia terkejut karena melihat anaknnya tertidur didepan rumahh. dan ktika di cekk, seluruh tubuhnnya beku dan sudah tak bernyawa.memang ketika itu sedang musim dingin. ia meratapi kematian anaknnya dengan pilu , apalagi setelah melihat sebuah kertas bertulisan tangan yang menutupi biskuit :  "hihihi..mama pasti lupa.ini hari istimewa buat mama.aku membelikan biskuit kecil ini sebagai hadiah.uangku tidak cukup besar untuk membeli biskuit ukuran besar.mama..selamat ulang tahun."

jika saja waktu dapat diputar kembali seperti sebuah film DVD,beberapa dari kita mungkin berkata bahwa tak seharusnnya ibu itu menghukum anaknnya tanpa pertimbangan. namun selidikilah diri kita sendiri saat ini :Apakah kita mudah menjatuhkan penilaian terhadap seseorang hanya dari apa yang dilakukannya,bukan mengapa ia melakukannya ?

kisah-kisah seperti ini mengajarkan kepada kita seorang ibu pun bisa salah memahami maksud anaknnya.bahkan, hal ini kerap kali kita jumpai dalam kehidupan di sekitar kita.karenannya sebelum kita melakukan hal-hal yang fatal dalam kehidupan ini, biasakanlah diri  untuk menjadi orang yang mau peduli pada beragam kemungkinan yang mendasari orang melakukan sesuatu.

seseorang yang hanya dapat berpikir negatif atau berburuk sangka sebenarnnya ia sedang menghancurkan dirinya sendiri,membawa kesengsaraan dan kebahagian tidak akan ia dapatkan dalam hatinya ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar